Minggu, 21 Maret 2010

Tujuh Latifah

Perang melawan hawa nafsu berlaku bagi semua umat manusia di dunia. Di dalam perang ini musuhnya tidak tampak oleh mata, musuhnya sangat halus (latif).
Di dalam tubuh manusia ada tujuh tempat yang disebut Latifah sebagai tempat bersarangnya hawa nafsu yang harus dibersihkan dengan Asma Allah.
Konsep tujuh latifah ini pertama kali di ajukan oleh Syekh Ahmad Naqsyabandi, seorang sufi pada abad ke 11. Ajarannya disebut tareqat Naqsyabandiyah.

Tujuh Latifah tersebut adalah :

Latifatul Qulbi : Yang berhubungan dengan jantung jasmani, letaknya 2 jari di bawah susu kiri, tempat bersarangnya sifat-sifat kemusyrikan, kekafiran, ketahayulan dan sifat-sifat iblis, membersihkannya dengan cara dzikir Allah-Allah 5000 kali. Cahayanya berwarna kuning.

Latifatur Ruh : Letaknya 2 jari di bawah susu kanan, tempat bersarangnya sifat Bahimiyah (binatang jinak), membersihkannya dengan dzikir Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya berwarna merah.

Latifatus Sirri : Letaknya 2 jari di atas susu kiri, tempatnya sifat Syabiyah (binatang buas), dholim, aniaya, pemarah, pendendam. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya berwarna putih.
Latifatu Khofi : Letaknya 2 jari dia tas susu kanan, dikendarai oleh limpa jasmani, tempat sifat dengki, khianat. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Berwarna Hitam.

Latifatu Akhfa : letaknya di tengah dada, berhubungan dengan empedu jasmani, tempat sifat Rabbaniyah, yaitu sifat ria, takabur, sombong, ujub, memamerkan kebaikan, akan tetapi disini juga merupakan tempat sifat ikhlas, khusu, tadaru dan tafakur. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali. Cahayanya berwarna hijau.

Latifatu Nafsun Natiqa : Letaknya diantara 2 kening, tempat nafsu amarah, nafsu yang mendorong untuk berbuat kejahatan. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali.

Latifatu Kullu Jasad : Latifah yang mengendarai seluruh tubuh jasmani, tempat sifat jahil, ghaflah (lalai). Pada tempat ini terdapat juga sifat Ilmu dan Amal. Dzikirnya Allah-Allah 1000 kali.

Silahkan, bila kita mampu melaksanakan tata cara dzikir seperti di atas !!? Tuhan tidak menilai jumlah bilangannya, akan tetapi keikhlasannya. Metode berdzikir sesungguhnya sangat beraneka ragam. Setiap manusia memiliki kemampuan dan kesempatan yang berbeda. Ada yang sibuk, ada yang santai. Allah tidak pernah menyusahkan umatnya. Sebagaimana Sholat masyalah tata-cara dzikir pun di dalam Al Qur’an tidak ada rinciannya. Oleh karena itu silahkan pilih metode dzikir yang sederhana, cocok dan pas serta mampu kita laksanakan menurut keyakinan hati kita sendiri. Sehingga sesibuk apapun, masih bisa melaksanakan dzikir dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. ENJOY AJA LAGI …!!!

3 komentar:

  1. kurang satu kang.... baru 6 biji

    BalasHapus
  2. ya betul, taksih enem kirang setunggal

    BalasHapus
  3. Jazaa kumullloh khoiron katsiiro................teruskan berbagi pengetahuan dan amalan untuk Dzikrulloh.

    BalasHapus